Analis: IHSG Diprediksi Menurun Terbatas, Soroti 5 Saham yang digunakan Bisa Dicermati Pekan Ini

0
Analis: IHSG Diprediksi Menurun Terbatas, Soroti 5 Saham yang dimaksud digunakan Bisa Dicermati Pekan Ini

Jakarta – Senior Investment Information Mirae Asset, Nafan Aji Gusta, memprediksi Indeks Harga Saham Gabungan atau IHSG pekan depan akan mengalami penurunan yang digunakan terbatas. Namun, IHSG kemungkinan mengalami prospek kenaikan atau kinerja yang lebih banyak baik. 

“IHSG diproyeksikan mulai terjadi limited downside, sehingga nantinya bisa saja berpotensi mixed to higher,” ujar Nafan ketika dihubungi oleh Tempo, Minggu, 22 Oktober 2023. Ia kemudian menyebutkan sektor-sektor saham yang mana mampu dicermati untuk pekan depan, antara lain: FINANCE, INFRA, NONCYCL, TRANS, lalu ENERGY. 

Pertama, sektor keuangan. Ini mencakup perusahaan perbankan, lembaga keuangan, serta saham terkait keuangan lainnya. Kedua, Infra atau Infrastruktur. Sektor ini mencakup perusahaan yang dimaksud terlibat dalam proyek-proyek infrastruktur seperti konstruksi, pengembangan properti, lalu infrastruktur lainnya. 

Selanjutnya atau ketiga, non cyclical atau non-siklikal. Sektor ini mencakup saham-saham yang tersebut cenderung kurang terpengaruh oleh siklus ekonomi, seperti perusahaan yang mana bergerak dalam sektor makanan, kesehatan, atau utilitas. 

Keempat, sektor trans atau transportasi. Sektor ini mencakup perusahaan di tempat sektor transportasi, seperti penerbangan, perusahaan logistik, atau transportasi darat: Terakhir, atau kelima adalah sektor energi. Ini mencakup perusahaan di area sektor energi, seperti minyak, gas, energi terbarukan, lalu sejenisnya.

Lebih lanjut, Nafan menjelaskan pergerakan IHSG pekan depan dipengaruhi oleh faktor atau sentimen-sentimen dari luar. “Karena kalau lihat secara eksternal, tentunya para pelaku penanam modal akan terus mencermati, misalnya dari geopolitik, di area mana terjadinya konflik di area kawasan Timur Tengah terutama antara Israel juga Hamas, itu menjadi concern para pelaku investor,” tuturnya. 

Hal ini, kata Nafan, juga turut memengruhi biaya komoditas dunia, seperti emas sebagai aset yang bersifat safe haven. “Kemudian minyak juga, pasti harga jual minyak mengalami kenaikan,” katanya. 

Di sisi lain, penguatan dolar Amerika Serikat juga mengambil bagian menjadi sentimen yang mempengaruhi pergerakan saham. “Ditambah juga dengan dinamika yang terjadi dalam The Fed,” ujar Nafan.

Adapun pada perdagangan Jumat lalu, 20 Oktober 2023, IHSG menguat 2,74 poin atau 0,04 persen ke level 6.849,168. Penguatan indeks saham akhir pekan ini terjadi setelah dua hari berturut-turut ditutup melemah.

: Laju IHSG Pekan Ini Merosot 1,12 Persen, BEI: Transaksi Harian Meningkat 16,8 Persen

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *