Gigi Ngilu Berlubang: Penyebab, Dampak, dan Cara Mengatasinya

0
Gigi Ngilu Berlubang

Gigi ngilu akibat gigi ngilu berlubang merupakan salah satu keluhan paling umum dalam dunia kesehatan gigi. Sensasi ngilu yang muncul saat mengonsumsi makanan manis, panas, atau dingin seringkali menandakan adanya kerusakan pada struktur gigi yang sebaiknya tidak diabaikan. Jika tidak segera ditangani, kondisi ini dapat berkembang menjadi infeksi serius yang memerlukan perawatan lebih intensif.

Apa Itu Gigi Berlubang?

Gigi berlubang, atau karies gigi, adalah kerusakan permanen pada lapisan keras gigi (enamel) yang berkembang menjadi lubang kecil atau besar. Proses ini dimulai dari penumpukan plak yang mengandung bakteri. Ketika kita mengonsumsi makanan manis atau bertepung, bakteri di dalam plak memproduksi asam yang kemudian mengikis enamel gigi. Jika dibiarkan, asam ini akan terus merusak gigi hingga mencapai dentin (lapisan bawah enamel) dan bahkan pulpa (inti gigi yang berisi saraf dan pembuluh darah), menyebabkan rasa nyeri atau ngilu yang tajam.

Penyebab Gigi Ngilu pada Gigi Berlubang

Rasa ngilu pada gigi berlubang biasanya disebabkan oleh terbukanya saluran kecil (tubulus dentin) yang mengarah ke saraf gigi. Ketika dentin terekspos karena lubang, suhu ekstrem atau tekanan dari makanan dapat merangsang saraf di dalam pulpa gigi, menimbulkan rasa ngilu. Beberapa penyebab utama ngilu pada gigi berlubang antara lain:

  1. Paparan suhu ekstrem – makanan atau minuman panas dan dingin bisa memicu nyeri.

  2. Makanan manis – gula dapat memperparah reaksi asam dari bakteri.

  3. Kerusakan lebih dalam – jika lubang sudah mencapai pulpa, nyeri bisa menjadi tajam dan terus-menerus.

Dampak Jika Tidak Diobati

Mengabaikan gigi berlubang yang menimbulkan rasa ngilu dapat menyebabkan berbagai komplikasi, antara lain:

  • Infeksi pulpa – bakteri dapat masuk ke dalam pulpa dan menyebabkan abses (kantong nanah).

  • Sakit gigi kronis – rasa ngilu bisa berubah menjadi nyeri tajam atau denyut yang menetap.

  • Kehilangan gigi – jika infeksi terlalu parah, pencabutan gigi mungkin menjadi satu-satunya pilihan.

  • Masalah sistemik – infeksi dari gigi bisa menyebar ke jaringan lain melalui aliran darah.

Cara Mengatasi Gigi Ngilu Berlubang

Perawatan tergantung pada tingkat keparahan kerusakan gigi. Berikut beberapa metode umum:

  1. Penambalan gigi – untuk lubang kecil hingga sedang, dokter gigi akan membersihkan area yang rusak dan menutupnya dengan bahan tambal.

  2. Perawatan saluran akar (root canal) – jika kerusakan sudah mencapai pulpa, prosedur ini dilakukan untuk menghilangkan jaringan saraf yang terinfeksi dan menutup saluran akar.

  3. Pencabutan gigi – pada kasus yang sangat parah dan tidak bisa diselamatkan, gigi harus dicabut.

  4. Obat pereda nyeri – sementara, obat seperti ibuprofen dapat membantu mengurangi nyeri dan peradangan.

  5. Pasta gigi khusus gigi sensitif – membantu mengurangi ngilu dengan menutup tubulus dentin.

Pencegahan Gigi Berlubang dan Ngilu

Mencegah lebih baik daripada mengobati. Berikut beberapa langkah pencegahan penting:

  • Menyikat gigi dua kali sehari dengan pasta gigi berfluoride.

  • Menghindari makanan dan minuman manis berlebihan.

  • Menggunakan benang gigi untuk membersihkan sela-sela gigi.

  • Rutin ke dokter gigi setidaknya 6 bulan sekali untuk pemeriksaan dan pembersihan.

  • Menggunakan mouthwash antiseptik untuk membunuh bakteri penyebab plak.

Kesimpulan

Gigi ngilu karena berlubang bukanlah hal yang bisa dianggap sepele. Meski awalnya hanya terasa sedikit mengganggu, kondisi ini bisa berkembang menjadi masalah serius jika tidak segera ditangani. Perawatan dini dan kebiasaan menjaga kebersihan gigi dan mulut adalah kunci utama untuk mencegah serta mengatasi masalah gigi berlubang. Jika Anda mengalami gejala ngilu, segera konsultasikan ke dokter gigi untuk mendapatkan diagnosis dan perawatan yang tepat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *