pemilihan umum 2024 juga Capres – Cawapres Berpengaruh ke Rupiah? Begini Kata Analis
Jakarta – Nilai tukar atau kurs rupiah selama sepekan diketahui mengalami pelemahan maupun penguatan tipis terhadap dolar Amerika Serikat. Kepala Ekonom PT Bank Central Asia Tbk (BCA), David Sumual, mengatakan pergerakan kurs rupiah tidaklah dipengaruhi oleh pemilihan calon presiden lalu calon delegasi presiden yang digunakan menjadi topik hangat belakangan ini.
“Kalau ke rupiah nggak (mempengaruhi). Dari empat kali pilpres terakhir secara langsung, tren rupiah saat pilpres kadang melemah atau menguat. Lebih ditentukan perkembangan eksternal,” ujar David ketika dihubungi oleh Tempo, Minggu, 22 Oktober 2023.
Menurut David, kondisi eksternal masih akan menjadi faktor utama penggerak mata uang emerging markets, termasuk rupiah. “Ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed di dalam bulan November juga ketegangan geopolitik, serta pengaruhnya ke tarif minyak menjadi fokus perhatian pasar,” tuturnya.
Adapun pengamat komoditas kemudian mata uang, Lukman Leong, mengatakan sentimen pemilihan umum bisa saja sekadar berpengaruh pada pergerakan rupiah.
“Bisa saja. Namun ini masih perlu melihat polling baru dulu. Investor biasanya merespons negatif pergantian rezim serta menyambut positif kemenangan mayoritas besar atau mutlak,” ujar Lukman kepada Tempo, Minggu, 22 Oktober 2023.
Apabila penanam modal menyambut positif, kata Lukman, hal ini akan memberikan dukungan pada rupiah walau bukan akan serta merta menguatkan rupiah secara drastis. “Namun yang pasti bisa saja menahan rupiah dari depresiasi yang mana tambahan dalam,” tuturnya.
Meski begitu, Lukman mengatakan faktor eksternal juga berpengaruh. “Dolar AS diperkirakan masih akan susah dibendung di tempat tengah kegelisahan seputar perang Israel-Hamas kemudian pidato hawkish dari Powell minggu lalu,” tuturnya.
Pada pekan depan, kata Lukman, para penanam modal mengantisipasi data Produk Domestik Bruto (PDB) AS yg diperkirakan akan tumbuh kuat 4,1 persen. Data inflasi core Personal Consumption Expenditures (PCE) juga diperkirakan naik sebesar 0,3 persen dalam satu bulan (month-to-month/mtm) juga 3,3 persen (year-on-year/yoy), di dalam mana bilangan ini masih sangat pada atas target inflasi 2 persen yang mana diinginkan oleh Federal Reserve alias The Fed.
Adapun kurs rupiah ditutup melemah di tempat level Rp 15.889 per dolar AS pada perdagangan Jumat lalu, 20 Oktober 2023. Untuk perdagangan besok Senin, David memprediksi rupiah ditutup pada kisaran Rp 15.750 hingga 16.000 per dolar AS. Sementara Lukman memprediksi rupiah ditutup dalam kisaran Rp 15.800 hingga 15.950 per dolar AS.
: Terkini: Penumpang Kereta Cepat Whoosh Tembus 11 Ribu Tertinggi Sejak Dioperasikan, JMFW 2024 Catat Transaksi US$ 20,1 Juta